Kerja Keras Atau Kerja Cerdas Di Bisnis Pemasaran Jaringan?

Anda lebih senang bekerja kerjas atau bekerja cerdas? Dalam bisnis pemasaran jaringan, baik bentuk mlm atau binari, anda bisanya mendengar kata-kata mengenai “kerja keras” dan “kerja cerdas”. Namun kebanyakan pemabahsan ini tidak mengalami pengembangan sehingga apa yang disebut kerja keras dan kerja cerdas hanya persoalan lingkup kepentingan MLM. Padahal, pembahasan kerja keras dan cerdas masuk dalam semua bidang pekerjaan dan bisnis.

Pertanyaannya, apakah anda akan melakukan kerja keras saja atau kerja cerdas saja? Apakah anda bisa melakukan kerja keras tanpa kerja cerdas? Begitu juga sebaliknya, apakah anda bisa melakukan kerja cerdas tanpa kerja keras? Bila hal ini dihubungkan dengan kesuksesan dalam bisnis pemasaran jaringan, bagaimakah seharusnya? Nah, penulis akan mencoba menjelaskan masalah ini.

Saling Mengikat Antara Kerja Keras dan Kerja Cerdas

Mungkin anda menginginkan kerja keras saja mengingat ingin memberdayan tubuh untuk melakukan hal yang keras-keras. Sebagian lain mungkin berkeinginan kerja cerdas mengingat hanya mengandalkan pikiran dalam melakukan apapun, termasuk membangun kesuksesan bisnis pemasaran jaringan. Apapun keinginannya, perhatikan terlebih dahulu pemahaman kerja keras dan kerja cerdas untuk melihat keterkaitannya.

1. Kerja Keras

Kerja keras adalah kerja yang mementingkan pemaksimalan organ tubuh. Artinya, mereka melakukan full kerja setiap hari hampir 12 jam atau lebih. Itulah pemahaman yang sudah banyak diketahui. Penulis pun menyetujui. Tetapi, bukankah itu yang seharusnya dilakukan sebagai orang yang bekerja sebagai karyawan? Apakah akan membangkang? Tidak juga.

Masahnya, semakin banyak yang berfokus jadi pekerja keras, mereka yang akan bekerja semakin sulit mencari pekerjaan. Jadi, bila konsepnya kerja keras adalah seseorang yang bekerja full setiap hari, maka semakin banyak yang bekerja akan semakin sulit mendapatkan pekerjaan bagi yang baru.

Bagaimana hubungannya dengan kerja keras di pemasaran jaringan? Bila mengambil pengertian di atas, kerja kerasnya adalah melakukan rekrutmen terus-menerus sedapatnya. Kerja keras lainnya adalah melakukan penjualan produk setiap hari. Untuk masalah rekrutmen yang tiada henti, artinya si member tidak puas dengan tim member yang ada di bawah karena mengkosongkan penghasilan. Untuk masalah penjualan produk, karena si member dituntut tutup poin sehingga harus mendapatkan penjualan banyak. Artinya, di dalam bisnis pemasaran jaringan pun sering dituntut untuk kerja keras. Kerja keras selalu hadir manakala ada tuntutan pekerjaan.

2. Kerja Cerdas

Bagaimana dengan kerja cerdas. Pemahaman kerja cerdas yang sering beredar dalam bisnis pemasaran jaringan adalah kerja yang mengandalkan otak. Bagaimana sih seharusnya kerja mengandalkan otak? Di sini ada tugas mengembangkan pengetahuan, pengalaman dan juga skill. Biasanya, orang yang dianggap melakukan kerja cerdas adalah orang yang membangun aset. Bisnis pemasaran jaringan memungkinkan untuk pembangunan aset.

Tetapi, bagaimanakah membangun aset di bisnis pemasaran jaringan? Tidak lain adalah dengan melakukan rekrutmen, membangun jaringan member dalam bisnis pemasaran jaringan. Artinya, anda bekerja untuk membangun hal ini berdasarkan pemikiran. Apalagi, bila menyangkut penghasilan jangka panjang, anda harus membangun poin penjualan sampai mencapai target. Bila seperti ini, anda bekerja jualan sekaligus memakai untuk kebutuhan sehari-hari agar mereka yang jadi member meniru aktifitasnya. Sekilas, anda tetap dituntut bekerja walaupun cara bekerja yang cerdas, sepertinya.

Bila melihat pembahasan diatas, kerja keras dan kerja cerdas sebenarnya saling berkaitan. Bahkan, kerja cerdas hanya dilakukan diawal sebaai keputusan. Artinya, sebelum kerja panjang, anda kerja cerdas sekilas dulu untuk menentukan langkah terbaik berjangka panjang. Bahkan, kerja keras tanpa kecerdasan, ini dianggap kerja yang tidak beraturan karena gerak organ tubuh pun memerlukan kecerdasan. Kerja cerdas tanpa kerja keras pun omong kosong bila pekerjaan yang ditargetkan atau dituntutkan belum selesai.

Semua Member Bisnis Pemasaran Jaringan Adalah Pekerja Keras

Apakah anda mengetahui berpikir keras? Bila menyangkut pekerjaan, bisnis dan segala perjalanan hidup yang harus dijalankan, pelakunya sedang mengupayakan kerja kerjas. Padahal, mereka sekedar memikirkan sesuatu. Tetapi, mereka melakukan kegiatan berpikir dengan keras alias serius. Aktifitas pemikiran ini sama lelahnya dengan mereka yang bekerja 12 jam. Istilah bekerja cerdas hanya buah dari proses bekerja keras yang berpikir. Semakin lama bekerja keras dengan berjalannya pikiran, kecerdasan akan semakin meningkat.

Tentunya, prinsip kerja keras sambil berpikir mengembangkan dan menjaga aset adalah prinsip yang memang selalu dilakukakn oleh member pemasaran jaringan. Mereka tidak akan pernah lepas untuk bekerja keras. Apakah akan bekerja sambil mikir? Bagaimana bekerja sambil mikir bila sudah merasa di ada di puncak. Mereka hanya menikmati hasil. Tetapi, mereka harus tetap bekerja keras karena mereka pun bawahan member yang ada di puncak. Anda tetap bekerja berbelanja, berjualan, menggunakan produk dan tetap mengontrol member jaringan anda. Inilah simbol bahwa member pemasaran jaringan adalah pekerja keras.

Bekerja Keras Untuk Rutinitas dan Bekerja Cerdas Untuk Perubahan

Apakah anda sudah memahami pemabahasan di atas? Bila sudah, mari membahas kembali mengenai kerja keras dan kerja cerdas.

Anda akan disibukkan berbagai kegiatan, sebagian kegiatan adalah kegiatan rutin yang harus dilakukan secara maksimal. Ini disebut kerja keras. Kerja cerdas hadir ketika anda selalu memikirkan perubahan. Arti perubahan bukan berganti dari aktifitas kerja keras anda. Anda tetap berada di situ bila kondisi anda nyaman. Dalam posisinya sebagai pekerja keras di salah satu aktifitas, anda harus memikirkan bagaimana aktifitas itu untuk menuai perubahan sebagai tanda kerja cerdas. Artinya, anda meningkatkan kualitas SDM anda.

Nah, dalam bisnis pemasaran jaringan anda harus melakukan hal yang di atas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.